Tampilkan postingan dengan label dhcp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dhcp. Tampilkan semua postingan

2009-05-03

setting sharing internet isp fastnet di linux

di rumah internet pake fastnet dari firstmedia yg 130rebuan.. sebelumnya aku share internet pake windows, baik2 aja sih .. g pernah masalah juga wong client-nya cman 2, maksimal 4 hehehhe. cman kurang asoy aja dan dhcp-nya kadang idup kadang engga, jadilah mutusin mau pake linux aja.

setelah bberapa mggu lalu donlod debian lenny, dan udah diinstall kumplit dengan gnome-nya dan mau nggarap ruter tapi ga sempat2, hari ini akhirnya disempetin settingnya. cman makan waktu 15 minit untuk setting jadi router dan dhcpnya .. cepet ya? lha emang gampang soalnya kekekekeke

ada beberapa jalan untuk njadiin ruter; cara gampang dan mudah. cara gampang pake paket yang udah ada, misalnya shorewall; cara yang riweh pake iptables.

coba yang riweh dulu ye..
dari awal deh, install sperti biasa; trus apt-get install sudo supaya ga perlu su - kalo mau ngelakuin apa2.

setelah apt-get install; ketik visudo kmudian di baris trakhir kasi user kita; misalnya :
detanto ALL=(ALL) ALL
instalasi sudo udah selesai, mari kita lanjutin dengan setting ruternya.
Konfigurasi di rumah adalah seperti ini :
internet--fastnet--modem--(eth1)->PC->(eth0)--wireless access point--client

Syarat buat pc jelas NIC-nya harus 2. satu buat external (eth1), satu buat internal (eth0).
ga ngaruh eth0 ato eth1-nya. yang penting satu NIC buat kabel dari modem/internet, yang satunya buat ke jaringan internal, di pcku konfigurasinya kaya gitu :D

pertama2 setting kedua NIC ini, di debian edit file interface di /etc/network
vi /etc/network/interfaces
IP dari fastnet didapat dari server DHCP mereka, jadi eth1 akan diset ke dhcp; sementara eth0 akan diberikan ip fix di range 10.0.0.xxx supaya sama dengan kantorku sekarang. selain itu harus dirubah juga mac address dari eth1 supaya ga usah telpon fastnet untuk nge-flush networkku. fyi firstmedia ngeblok koneksi dari mac address jaringan yang nyambung ke jaringan mereka. umpama sekarang yang kehubung ke internet mereka mac-nya adalah : 00:23:f8:d8:5d:89. kmudian bberapa jam kmudian ada komputer kita yg lain dengan mac address 09:17:e3:d7:94:7f pengen konek ke internet. kalo cuman kita sambungin lgsg ke modem, ini ga akan bisa! dari pengalaman, musti dimatiin dulu modemnya skitar .5 jam ato kalo ga telpon CS-nya firstmedia untuk nge-flush modem kita. wahh males bgt kekekeke ..

di windows, bisa diakalin dengan donlod dulu software namanya macchanger (search di google aja, aku lupa alamatnya). dengan software ini kita bisa ngubah mac address kita dengan membuat batch atau lgsg pake commandnya. misal :
macchanger "Local Area Connection" 00:23:f8:d8:5d:89
dengan perintah ini mac address dari NIC yang mempunyai nama "Local Area Connection akan berubah mnjadi angka tersebut. di debian/ubuntu ato sodara2nya. kita ga perlu install apa2 tinggal kita masukkan di /etc/network/interfaces

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
address 10.0.0.1
netmask 255.255.255.0
network 10.0.0.0
broadcast 10.0.0.255
gateway 10.0.0.1

auto eth1
iface eth1 inet dhcp
hwaddress ether 00:23:f8:d8:5d:89
setelah itu ketik :
echo “1” > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
command diatas supaya value ip_forward menjadi 1(true), ato komputer ini boleh melakukan ip forwarding
Kemudian ketik :
iptables – t nat –A POSTROUTING –d 0/0 –o eth1 –j MASQUERADE
printah ini memberitahukan menambahkan rules di table nat bhw paket jaringan setelah di routing, untuk tujuan mana saja (-d 0/0, -d adalah destination) dari eth1 (-o eth1) agar di rubah ipnya menjadi ip external server. jadi; klien atau komputer yang melalui router ini, ketika melakukan akses ke internet akan dikenal/menggunakan IP external yang dimiliki router.

setelah selesai, kita coba klien konek ke AP dengan konfigurasi :
ip : 10.0.0.2 // ip tdk boleh sama
subnet : 255.255.255.0 // subnet hrs sama dgn server
gateway : 10.0.0.1 // ip router
DNS 1 : 202.73.99.8 // fastnet
DNS 2 : 61.247.0.8 // fastnet
Tautanseharusnya klien bisa lgsg konek ke internet. ada satu masalah : masa iya musti setting manual tiap kali ada klien/komputer lain konek ke hotspot kita? wah repot dong. masalah ini bs diseleseiken dengan memasang dhcp server di router kita, karena udah pernah aku posting, tinggal dilanjutken aja bacanya ke sini http://nyemplunglinux.blogspot.com/2008/12/dhcp-dynamic-host-control-protocol.html

setelah setting selesei smua, tinggal konek bareng2 deh :D

2008-12-24

DHCP (Dynamic Host Control Protocol) Server di etch

DHCP installnya gampang banget, tinggal apt-get selesei :P;

apt-get install dhcp3-server

Konfigurasi ada di /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Asumsi kondisi kantorku adalah
  • Network 10.0.0.0, subnet 255.255.255.0, broadcast address 10.0.0.255
  • gateway ke internet 10.0.0.1
  • dns server ada di local ip 10.1.2.2, tapi di forward ke Indosat
  • IP yang disiapin buat dhcp : 10.0.0.180 - 10.0.0.200
Pertama backup dulu konfigurasinya :

cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf.backup

Trus kita kosongin isi dhcpd.confnya :

cat /dev/null > /etc/dhcp3/dhcpd.conf

trus diisi :

ddns-update-style none;
# ddns-update-style:
# kita bisa memerintahkan dhcp server untuk merubah ip dns server dari server yang di jaringan kalo
# server diassigned dari dhcp. karena ip dns static, ya dibikin none saja, jd DNS records tidak diupdate

option domain-name-servers 10.1.2.2;
# option domain-name-servers :
# memberitahukan dhcp server bahwa ip dns yang dialokasikan untuk client adalah ip 10.1.2.2,
# bisa ditambahi dengan koma

default-lease-time 86400;
max-lease-time 604800;

# default-lease-time, max-lease-time:
# client dapat mendefinisikan berapa lama waktu untuk client mendapatkan ip address,
# apabila tidak ada definisi dari client, maka server akan memberikan waktu default-lease-time,
# apabila iya server akan menggunakan waktu definisi tsb dari client tapi maksimal sesuai dengan
# max-lease-time

authoritative;
# authoritative:
# kalau ini tidak di-set, berarti kalau ada client meminta alamat yang server tidak tahu dan alamat
# tersebut tidak benar untuk segmen jaringan tersebut, maka server tidak akan mengirim DHCPNAK (yang
# memberitahukan supaya client tidak diperbolehkan memakai alamat itu)

subnet 10.0.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 10.0.0.180 10.0.0.200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 10.0.0.255;
option routers 10.0.0.1;
}

#subnet : subnet yang digunakan
#netmask : subnet mask yang digunakan
#range : range yang akan diberikan oleh server
#option broadcast-address : alamat broadcast jaringan
#option routers : ip gateway di jaringan
Konfigurasi ringan tapi cukuplah buat bikin dhcp server
sekarang kita restart service dhcpnya :

/etc/init.d/dhcp3-server restart
Stopping DHCP server: dhcpd3.
Starting DHCP server: dhcpd3.

Untuk meriksanya :

ps aux | grep dhcp
root 3904 0.0 0.0 2616 768 ? Ss 22:06 0:00 /usr/sbin/dhcpd3 -q
netstat -uap
Active Internet connections (servers and established)
Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State PID/Program name
udp 0 0 *:32768 *:* 2495/rpc.statd
udp 0 0 *:10000 *:* 2558/perl
udp 0 0 *:bootps *:* 3904/dhcpd3
udp 0 0 *:975 *:* 2495/rpc.statd
udp 0 0 *:sunrpc *:* 1969/portmap

Untuk memeriksa error gunakan command tail :


tail -n 100 /var/log/syslog


DHCP server akan menulis semua IP yang di-lease ke /var/lib/dhcp3/dhcpd.leases
untuk melihatnya tinggal di vi .. selesei

(disadur dari http://www.howtoforge.com/dhcp_server_linux_debian_sarge)

PS : kalau mau membuat fix IP untuk mac address tertentu, kita tambahkan beberapa baris di dhcpd.conf, host --> nama host, hardware ethernet --> mac address, fixed-address --> ip address fixnya, selengkapnya :

host detanto
{
hardware ethernet 32:a0:4c:db:2c:67;
fixed-address 10.0.0.249;
}